Sabtu, 01 Februari 2014

gimana supaya semangat belajar???

Belajar?Aaaaaarrrrrggggghhh!!!  Kok bilang aaaarrrgggghhhhh.....? Memangnya belajar itu menakutkan? Serem? Nyebelin?Padahal setiap hari kita pasti ketemu dengan yang namanya be-la-jar. Iya kan?Ceritanya....  Setiap hari kita bertemu dengan yang namanya belajar.  Nah, hampir setiap hari pula korbannya ada yang selalu dibuatnya macam-macam dengan yang namanya belajar ini. (ini hasil pengalaman lhoo..)

Kalau gejala ringan sih, ada yang dibuatnya NGANTUK (lagi dengerin guru bicara di depan kelas.., eh saking khusyunya malah ketiduran..., bangun-bangun gurunya sudah bubaran); JANTUNG BERDEBAR ( saat lupa tidak mengerjakan PeEr ); HILANG NAFSU MAKAN (saat tahu nilai ulangan jeblok).

Kalu gejala menengah ada yang dibuatnya PUSING (saat melihat soal-soal fisika); KERINGAT DINGIN KELUAR DAN GEMETERAN (saat guru nyuruh maju mengerjakan soal matematika di depan); yang paling ngeri kalau sampai pada TRAUMA ( saat guru nyetrap di depan kelas karena tidak mengerjakan PeEr ); atau HISTERIS ( saat tahu ulangan paling jelek satu sekolah). Dan yang paling bahaya nih, kalau sampai pada STRESS (saat sadar kalau kita nggak pernah belajar, padahal waktu ujian tinggal 15 menit lagi). Tidaakkk…

Di saat kita tahu bahwa ulangan kita terjelek satu sekolah, yang ada hanya perasaan malu, bukannya jadi giat belajar, tetapi MALAS dan merasa menjadi orang terbodoh. Tambah malas lagi belajarnnya kalau guru yang ngajarmya itu yang ( eN Ge eN Ye Pe eS eN), alias Ngerti Gak Ngerti Yang Penting Sudah Ngajar.

Wah...,  kalau sudah seperti ini bisa berbahaya nih! Bagaimana bangsa ini mau maju kalu pendidiknya saja tidak profesional. Apalagi muridnya, belajar saja tidak mau... Waspadalah!

Nah untuk yang merasa menjadi orang terbodoh, hilangkanlah perasaan bodohmu. Hilangkan rasa malasmu, kalau kamu ingin mencapai kesuksesan yang di impikan. Ada baiknya kita  bercermin pada kejadian seorang anak yang merasa menjadi orang terbodoh.

Alkisah. Ada anak yang lelet banget kalau di suruh belajar. Di kelas, kebiasaannya adalah tidak paham dengan pelajaran. Hasilnya, ia  pun menjadi murid terbodoh di kelasnya. Dan ia benar-benar stress dengan situasi seperti itu. Ia benar-benar tidak bisa cuek bebek seperti itu. Ia bukan tipe  “cuex is the best”.

Suatu hari, ia memutuskan untuk pergi saja dari sekolahnnya. “Aku sudah tidak tahan lagi menghadapi semua ini. Memang nasibku sudah menjadi orang bodoh. Beginilah orang. bodoh sungguh menderita. Tidak pernah bisa mengerti apa-apa...” Begitulah dia mengutuki dirinya sendiri. Lalu dengan tekad dan niat yang bulat, ia pun packing untuk meninggalkan sekolah.

Setelah lama berjalan, badannya merasa kecapekan, ia pun beristirahat di pinggir sebuah sungai. Nah, saat itu ia menyaksikan suatu kejadian yang teramat penting dalam sejarah hidupnya. Peristiwa yang akan merubah nasibnya. Peristiwa yang dilihat oleh matanya.

Matanya tertuju pada pemandangan yang sangat menakjubkan. Ternyata dan ternyata, ia melihat sesuatu yang membuatnya melongo tidak bikin lagi bego, pemandangan yang akan mengubah hidupnya selamanya, membuatnya berubah TOTAL.

Ia melihat dengan cermat penuh minat sesuatu yang menurutnya sangat “AJAIB”. Ia merasa mempunyai semangat yang baru. Ia melihat setetes air (setetes air kok luar biasa... memangnya ada apa dengan air??). Nah, anak ini menyaksikan sebongkah batu besar yang berlubang di tengahnya karena terkena tetesan air tersebut. Dengan tetesan air yang tak kenal lelah menimpa batu besar, membuat batu yang permukaannya keras itu jadi berlubang. Hal ini membuat si anak terpana.

Hingga munculah suatu PENCERAHAN dalam dirinya. “ Aku memang bodoh, tapi aku tetap masih di beri hidup sama Alloh. Kalau air saja yang terus menerus menetes dapat membuat batu yang begitu keras menjadi berlubang, apalagi aku. Masak aku tidak bisa merubah diriku sendiri menjadi orang pintar. Sedungu atau sebodoh apapun aku sekarang, aku yakin kalau aku terus menerus berusaha seperti tetesan air itu, aku pasti bisa pintar, asal aku tidak menyerah dan terus berusaha. YA AKU PASTI BISA. Seperti peribahasa dalam bahasa sunda (cikaracak ninggang batu laun-laun jadi dekok).

Setelah melihat  kejadian itu, anak ini berubah drastis. Yang dulunya paling malas menjadi paling rajin. Setiap waktu yang memungkinkan, ia gunakan untuk belajar. Dari yang paling bodoh di kelasnya ia menjadi yang paling pintar, dan berhasil melampaui teman-temannya. Kemudian menyamai kakak-kakaknya, sampai melampauinya, hingga kemampuannya menyamai gurunya dan akhirnya melebihinya juga. Subhanalloh! Allohu Akbar!

Maka anak yang dulunya terkenal bodoh itu, kemudian berubah menjadi pelajar yang sangat cerdas, bahkan berhasil menjadi seorang ulama besar yang di segani. Ia adalah Ibnu Hajar Al-Haitami (beliau mendapat julukan “ibnu hajar” alias si anak batu, karena peristiwa melihat batu hitam itu).

Nah, pintarnya sih ingin, cerdasnya juga iya. Tapi masalahnya hanya satu, belajarnya yang selalu malas. Maka dari itu ada beberapa tips cara mengatasi malas dalam belajar, yaitu :

Niat yang kuat.
Hal ini yang terpenting dalam melakukan setiap hal. Dalam hati kita harus selalu di tanamkan niat yang kuat. Ya tentunya niatnya yang baik. Jika niatnya sudah kuat, baik, dan niat nyari ilmunya untuk menggapai ridha Allah, maka Allah Swt. akan memudahkan urusan dan menjauhkan kita dari kemalasan. Insya Allah.

Punya impian.
Pernahkah berpikir mengapa malas belajar? Mengapa kita selalu saja merasa malas? Jawabannya karena kita tidak memiliki motivasi, tujuan, keinginan, dan impian. Dengan punya impian dan motivasi, kita akan terus semangat untuk mencapai impian yang kita inginkan itu.

Buat perjanjian
Buat perjanjian ini maksudnya buat hukuman tersendiri. Contohnya: kita mempunyai targetan satu hari 1 juz membaca Al-Quran. Kalau 1 hari targetannya tidak tercapai, maka hari berikutnya harus 2x lipat dari hari sekarang.Kita dapat mencontoh dari Amirul Mukminin Umar bin Khatab. Suatu saati Amirul Mukminin tertinggal melaksanakan sholat tahajud. Karena meninggalkan suatu keutamaan dan sudah merasa suatu kewajiban, Amirul Mukminin menghukum dirinya sendiri dengan meletakan tangannya di atas api. Karena ingin mengetahui betapa pedihnya siksaan Allah Swt. Di dunia saja, api sudah terasa sangat panas, apalagi di neraka jahannam. Bukankah belajar juga suatu kewajiban?
Dengan membuat perjanjian semacam ini, sedikit akan terhilangkan rasa malas kita. Karena jika malas belajar, kita akan mendapat hukuman yang kita buat, dan kalau malas lagi akan berlipat hukumannya. Kalau masih tetap malas saja, bagaimana mau sukses?

Tidak mengingat masa lampau
“Andaikan dulu aku melakukan itu, mungkin tak akan seperti ini”. Nah, kata seperti inilah yang jangan di ucapkan. Kalau ingin bercermin pada masa lalu, memang bagus, kalau itu yang baiknnya. Tetapi kalau kita hanya mengingat-ingat masa lalu, menyesalinya, dan menghabiskan waktu kita yang sekarang, buat apa? Kapan belajarnya? Kalau waktunya hanya dihabiskan untuk menyesali, mengingat-ingat masa lalu yang tidak ada maknanya. Bagusnya kita berusaha, bergerak, supaya sekarang lebih baik dari pada dulu.

Membuat “menu” pembangkit semangat belajar
 Contohnya:
-Kata-kata motivasi/inspirasi (dari Al-Quran, Hadist, atau dari tokoh yang layak di contoh)
-Foto idola. Contoh : Hasan Al-Banna
-Planning Board (papan berisi rencana kegiatan selama seminggu atau sebulan)

Musik. Musik itu dapat menghaluskan jiwa, bisa membut kita dekat dengan Allah swt. (tentunya pilih-pilih musiknya, semcam nasyid) atau dengan Murotal Al-Quran. Janji Allah, Al-Quran itu jadi obat untuk menenangkan jiwa. Insya Allah stressnya bisa hilang.

Memakai pewangi. Ada seorang ulama besar yang sebelum ngajar, ia terbiasa memakai wewangian, kemudian tempat untuk para santrinya mencari ilmu, di semerbakkan dengan wangi-wangian juga. Dengan seperti ini belajar pun jadi terasa indah, jauh dari rasa ngantuk.

Istiqomah
Setelah melewati tips ke 1-5, dan kita sudah berada dalam kebaikan, jauh dari kemalasan, maka istiqomahlah. Karena Rosulullah Saw. juga telah mewasitkan kepada kita, supaya beristiqomah dalam kebaikan. Jika sudah beristiqomah, Allah Swt. akan mempermudah urusan kita, salah satunya mengatasi rasa malas ini, insya Allah.

Sekarang sudah tahu cara mengatasi malas belajar. Jika ingin meraih kesuksesan yang di impikan, dan merasakan nikmatnya/manisnya belajar; sementara rasa malas masih tetap ada, cepat atasi sekarang juga.

Belajar itu sangat terasa manis, bahkan melebihi manisnya madu.Belajar dapat dimana saja, kapan saja, dan dari siapa saja, tidak hanya dari sekolah formal. And dont forget before stady, baca doa dahulu, supaya ilmu yang akan kita dapatkan mudah di pahami dan bermanfaat.  Allahumma arinal haqqo haqqon warzuqnat tibaa’ah. Wa arinal baathila baathilan warzuqna ijtinabah. “Ya Tuhan kami, tunjukilah bahwa yang benar itu benar, dan berilah kami kesanggupan untuk mengikutinya. Dan tunjukan bahwa yang salah itu salah, dan berilah kami kesanggupan untuk menjauhinya. Aaamin. Ya Allah…, semoga engkau berkenan mengabulkan do’a kami.



sumber : 
http://kompendo.blogspot.com/2012/11/6-jurus-agar-semangat-belajar-tetap.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar